Kabar Teknologi – Alat keamanan komputer yang terintegrasi sistem operasi mungkin saja bakal mempermudah pemakai. Tetapi bagaimana bila pemakai lebih pilih sistem antivirus pihak ketiga? Sayangnya, tak semuanya perusahaan mengizinkan hadirnya sistem keamanan pihak ketiga.
Keadaan itu dihadapi oleh Kaspersky. Menurut Eugene Kaspersky, CEO dari perusahaan itu, Microsoft mencoba menghambat kehadiran software antivirus pihak ketiga yang terpasang di Windows
Lebih lanjut, Eugene menyampaikan kalau Microsoft bakal mengarahkan pemakai ke antivirus Windows Defender. Walau sebenarnya, pemakai telah memakai program antivirus pihak ketiga.
Tidak hanya itu, Eugene juga sudah melaporkan aksi Microsoft itu ke Uni Eropa serta Otoritas Rusia. Menurut dia, Microsoft sudah bertindak monopoli yang bisa mengakibatkan kerusakan persaingan sehat.
Menyikapi tuduhan Kaspersky, Microsoft menyampaikan kalau pihaknya bakal selalu mematuhi ketentuan yang berlaku di Rusia. “Microsoft Rusia serta Kaspersky Lab mempunyai sejarah panjang kerja sama di beberapa bagian. Microsoft memiliki komitmen untuk bekerja secara penuh sesuai dengan hukum Rusia,” bunyi pernyataan resmi Microsoft, seperti diambil dari Engadget, Senin (14/11/2016).
